Saya kembali lagi
Melakukan penyeputan menggunakan naskah kuno Puspekerme
Assalamualaikum warahmatllahi wabbarakatuh...
Kembali lagi bersama saya Rahmat Irmanto, kali ini saya menceritkan tentang perjalanan saya untuk melakukan penyeputan menggunakan naskah kuno.
Kamis, 7 November 2019, jam 13:30 saya dan teman teman memulai perjalan dari Universitas Mataram menuju kuripan. Saya dan teman teman saya yang berjumlah 12 orang menggunakan sepeda motor menuju kuripan. Dari Universitas Mataram menuju Kuripan memakan waktu sekitar 60 menit, dan kami sampai di kuripan jam 14:30, sesampainya di kuripan kami tidak langsung mencari naskah kuno dan melakukan penyeputan, tapi kami mampir di rumah salah satu teman kami yang berada di kuripan.
Sesampainya di rumah teman, kami istrahat sejenak untuk meghilangkan rasa lelah kami sambil mengobrol untuk menunggu waktu Sholat Ashar. Sesudah kami melaksanak Sholat Ashar kami menghubungi Mamiq Upik untuk memberi tau kalau kami akan segera ke rumahnya untuk melakukan penyeputan menggunakan naskah kuno, tepat jam 15:40 kami menuju rumah Mamiq Upik, dari rumah teman kami menuju rumah Mamiq Upik memakan waktu 10 menit menggunakan sepeda motor. Sesampainya di rumah Mamiq Upik kami sudah di sambut dengan hangat oleh keluarga Mamiq Upik, kami di persilahkan untuk duduk di teras rumah nya yang sudah di sediakannya.
Kami menjelaskan kepada Mamiq Upik maksud dari kedatangan kami, bahwa kami ingin melakukan penyeputan menggunakan naskah kuno miliknya, dan Mamiq Upik menerimanya dengan senang hati.
Kemudian Mamiq Upik mengambil naskah kuno miliknya yang berjudul Puspekerme. Sebelum Mamiq Upik melakukan penyeputan, Mami Upik menjelaskan sarat sarat dalam melakukan penyeputan, sarat saratnya yaitu kita harus mengkosongkan pikiran dan harus berpikiran positif dan tidak lupa membaca "bismillah", kemudian kami di olesi dengan air yang berisi kembang bunga, setelah itu memilih sehelai daun lontar yang bertuliskan aksara kawi, kemudian daun lontar yang kami pilih diambil oleh Mamiq Upik untuk dibacakan isi dari daun lontar itu dan menjelaskan apa yg dimaksud dari bacaan itu.

Kami bergantian melakukan nyeput. Akhirnya kami selesai melakukan nyeput, dan kami mengucapkan terima kasih kepada Mamiq Upik dan keluargan yang teelah menerima kami dengan hangat dan memberi kami pengetahuan yang sangat bermanfaat ini. Kami pun tidak lupa untuk foto bersama dan berpamitan kepada Mamiq Upik dan keluarganya karena hari semakin gelap.
Assalamualaikum warahmatllahi wabbarakatuh...
Kembali lagi bersama saya Rahmat Irmanto, kali ini saya menceritkan tentang perjalanan saya untuk melakukan penyeputan menggunakan naskah kuno.
Kamis, 7 November 2019, jam 13:30 saya dan teman teman memulai perjalan dari Universitas Mataram menuju kuripan. Saya dan teman teman saya yang berjumlah 12 orang menggunakan sepeda motor menuju kuripan. Dari Universitas Mataram menuju Kuripan memakan waktu sekitar 60 menit, dan kami sampai di kuripan jam 14:30, sesampainya di kuripan kami tidak langsung mencari naskah kuno dan melakukan penyeputan, tapi kami mampir di rumah salah satu teman kami yang berada di kuripan.
Sesampainya di rumah teman, kami istrahat sejenak untuk meghilangkan rasa lelah kami sambil mengobrol untuk menunggu waktu Sholat Ashar. Sesudah kami melaksanak Sholat Ashar kami menghubungi Mamiq Upik untuk memberi tau kalau kami akan segera ke rumahnya untuk melakukan penyeputan menggunakan naskah kuno, tepat jam 15:40 kami menuju rumah Mamiq Upik, dari rumah teman kami menuju rumah Mamiq Upik memakan waktu 10 menit menggunakan sepeda motor. Sesampainya di rumah Mamiq Upik kami sudah di sambut dengan hangat oleh keluarga Mamiq Upik, kami di persilahkan untuk duduk di teras rumah nya yang sudah di sediakannya.
Kami menjelaskan kepada Mamiq Upik maksud dari kedatangan kami, bahwa kami ingin melakukan penyeputan menggunakan naskah kuno miliknya, dan Mamiq Upik menerimanya dengan senang hati.
Kemudian Mamiq Upik mengambil naskah kuno miliknya yang berjudul Puspekerme. Sebelum Mamiq Upik melakukan penyeputan, Mami Upik menjelaskan sarat sarat dalam melakukan penyeputan, sarat saratnya yaitu kita harus mengkosongkan pikiran dan harus berpikiran positif dan tidak lupa membaca "bismillah", kemudian kami di olesi dengan air yang berisi kembang bunga, setelah itu memilih sehelai daun lontar yang bertuliskan aksara kawi, kemudian daun lontar yang kami pilih diambil oleh Mamiq Upik untuk dibacakan isi dari daun lontar itu dan menjelaskan apa yg dimaksud dari bacaan itu.

Kami bergantian melakukan nyeput. Akhirnya kami selesai melakukan nyeput, dan kami mengucapkan terima kasih kepada Mamiq Upik dan keluargan yang teelah menerima kami dengan hangat dan memberi kami pengetahuan yang sangat bermanfaat ini. Kami pun tidak lupa untuk foto bersama dan berpamitan kepada Mamiq Upik dan keluarganya karena hari semakin gelap.

Keren sekali,,semoga bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusBagus dan kembangkan Lagi di tulisan selanjutnya
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapus๐
BalasHapusMantap!
BalasHapustidak dijelaskan isi nyeputmu di cerita di atas.. ๐
BalasHapusSemoga bermanfaat kawan.
BalasHapusbermanfaat sekali, kembangkan
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapussangat bermanfaat
BalasHapussangat bermanfaat
BalasHapusWah mantap sekali kak, sangat bermanfaat
BalasHapusMantul sekali kak!
BalasHapusKeren
BalasHapusManfaat sskali ini bgi saya k
BalasHapusBagus ๐
BalasHapusSangat bermanfaat bagi kita
BalasHapusSangat bermanfaaat ๐๐
BalasHapusKeren kaaa
BalasHapus